Pungutan Dana Ketahanan Energi Nilainya Tidak Fix Rp. 200,-

premium-pertamax-dan-pertamax-plusWakoka.Co.Id – Bersamaan dengan penurunan harga BBM, pemerintah mengeluarkan kebijakan pungutan Dana Ketahanan Energi dari keuntungan penjualan Premium dan Solar PT Pertamina (Persero). Adapun nilainya tidak selalu tetap (fix) Rp 200/liter untuk Premium dan Rp 300/liter untuk solar.

“Pungutan dari ‘keuntungan’ ini tidak selalu fix Rp 200/liter dan Rp 300/liter,” ungkap Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, kepada detikFinance, Senin (28/12/2015).

Bambang mengatakan, besar kecilnya dana pungutan ini tergantung pada harga keekonomian dari Premium dan Solar, yang mengikuti harga minyak dunia dan kurs (nilai tukar) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Kalau harga ekonominya di bawah harga jual, maka ada keuntungan yang didapat, dan keuntungan ini dimasukkan ke dalam ‘Dana Ketahanan Energi’. Harga ekonomi dari Premium dan Solar ini tiap hari berbeda mengikuti harga minyak dunia dan kurs, sehingga akumulasinya belum tentu Rp 200/liter,” ucap Bambang.

“Jadi bisa saja, dana ‘keuntungan’ ini bisa kurang jadi hanya Rp 100/liter, Rp 75, atau Rp 50/liter atau berapa saja,” tambahnya.

Bambang kembali menjelaskan, konsep Dana Ketahan Energi ini merupakan konsep batas atas dan batas bawah harga BBM.

“Inilah konsep floor price dan ceiling price, konsep ini banyak ditetapkan di banyak negara. Ceiling Price batas atas, sedangkan floor price batas bawah, dan harga yang dijual ke masyarakat sebagai middle line-nya. Harga ekonomi BBM sebenarnya kan fluktuasi setiap hari, bisa di bawah middle line maupun di atas. Selama floor & ceiling tidak terlewati, maka harga jual ke masyarakat tetap tidak ada perubahan,” tutupnya (dikutip dari detik.com)

Facebook Comments