Jokowi Minta Harga BBM Dikaji Ulang

premium-pertamax-dan-pertamax-plusWakoka.Co.Id – Presiden Joko Widodo meminta kepada Pertamina agar mengkaji kembali kemungkinan turun nya harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi atau Premium.
“Ada dua hal yang berkaitan dengan BBM. Dihitung lagi Pertamina apakah masih mungkin Premium itu diturunkan, meskipun sedikit,” ujar Jokowi.

Presiden menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan rapat terbatas dengan sejumlah menteri di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Saat ini, harga Premium RON 88 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) seharga Rp7.300 per liter, sementara harga Solar Subsidi seharga Rp6.900 per liter.
Selain membahas mengenai wacana penurunan harga BBM jenis Premium, Presiden Jokowi juga membahas mengenai rencana penerbitan paket kebijakan ekonomi jilid III dalam waktu dekat.

Meski sulit, tetapi pertamina mengaku akan menyerahkan keputusan kepada pemerintah. Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, harga Premium sulit diturunkan dengan adanya kondisi penguatan dolar yang hingga menembus Rp 14.700 saat ini. Pertamina masih mengandalkan impor untuk pengadaan bensin Premium, yang dibeli dengan dolar.

“Kami serahkan saja ke pemerintah. Sejujurnya agak susah (menurunkan harga bensin Premium) karena tekanan dolar, apalagi kita juga harus mengurangi pembayaran dalam dolar, yang berarti harus dilakukan deferred payment dan atau hedging,” kata Bambang seperti dikutip dari detikFinance, Kamis (1/10/2015).

Namun bukan berarti tak ada jalan lain. Bambang mengatakan, harga bensin premium bisa turun bila ada penundaan pembayaran komponen pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dalam harga Premium yang dijual Pertamina.

“Salah satu yang mungkin adalah penundaan PPN dan atau PBBKB, untuk ini perlu fatwa Presiden,” jelasnya.

Sementara sebelumnya, Kementerian ESDM memutuskan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2015 pukul 00.00 waktu setempat, penetapan harga BBM oleh pemerintah ditetapkan berdasarkan periode perhitungan 3 bulan. Selanjutnya ditetapkan harga BBM tak berubah atau mengikuti berbagai perhitungan di atas. Berikut daftarnya:

Minyak tanah bersubsidi di seluruh Indonesia Rp 2.500/liter
Minyak solar bersubsidi di seluruh Indonesia Rp 6.900/liter
Bensin premium di wilayah luar Jawa-Bali Rp 7.300/liter

Selanjutnya mulai Januari 2016 untuk menjaga kestabilan sosial ekonomi masyarakat dan untuk mendapatkan harga BBM yang optimal, pemerintah akan mengevaluasi dan menetapkan harga BBM bersubsidi dan penugasan setiap 3 bulan sekali. (dari berbagai sumber)

Facebook Comments