Sate Ayam Ponorogo

sate-ayam-ponorogoNews.Wakoka.Co.Id – Kali ini kita akan mengulik makanan khas Ponorogo yang sudah kondang kemana-mana yaitu Sate Ayam Ponorogo. Yups, Saking kondangnya maka banyak orang yang tak bakal melewatkan menyantap menu yang satu ini jika berkunjung ke Ponorogo pun para petinggi negeri. Mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudoyono dan Presiden Jokowi serta masih banyak tokoh lainnya telah mengakui kelezatan makanan yang satu ini.

Saingan berat sate ayam madura ini bahkan sudah menjadi ikon resmi makanan khas Kabupaten Ponorogo.Beda antara sate ayam Ponorogo dan madura adalah pada cara memotong dagingnya. Dagingnya tidak dipotong menyerupai dadu seperti sate ayam pada umumnya, melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet, sehingga selain lebih empuk, gajih atau lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan.
Perbedaan berikutnya adalah sate Ponorogo melalui proses perendaman bumbu (di”bacem”) agar bumbu meresap ke dalam daging. Sate daging, usus, dan kulit dibumbui dengan bumbu kecap dan minyak sayur. Setelah bumbunya merata, sate dipanggang di atas pemanggang sate selama kurang lebih 3-5 menit. Alat pemanggangnya terbuat dari “Anglo” yaitu sejenis tungku pemanggang yang panjang terbuat dari tanah liat. Setelah berwarna kecoklatan, semua sate diletakkan di atas piring untuk dibumbui lagi dengan Bumbu kacang Spesial dan disantap dengan ketupat atau lontong.

Proses pembuatannya itulah yang menghasilkan sate dengan daging ayamnya yang sangat empuk dengan bumbu yang meresap sampai kedalam. Selain sate daging ayam ada juga sate usus, kulit, kepala, calon telur ayam (uritan) dan sate tangkar (tulang rawan/muda). Selain itu, bila tidak dicampur bumbu kacang sate ayam ponorogo tahan disimpan lebih lama, bahkan berhari-hari jika dimasukkan kedalam kulkas.

Di Ponorogo ada beberapa tempat sentra pembuat serta penjual sate ayam yaitu di Jalan Lawu, Desa Setono dan Desa Purbosuman. Daerah jualannya ada disekitar Jalan Gajah Mada, Jalan Jendral Soedirman, dan Jalan Soekarno Hatta. Yang perlu diketahui, sate ayam ponorogo ada dua jenis menurut ukurannya. Yang satu dengan irisan daging yang lebih tebal panjang dan lebar sedang satunya lebih tipis dan kecil, dan tentu saja harganyapun berbeda meski sama-sama enaknya.

Satu hal lagi, Penjual sate ayam dari jalan Wilis dan purbosuman biasanya mempunyai tempat jualan khusus semacam warung atau rumah makan. Sedang penjual sate ayam dari setono sejak dulu lebih suka menjual sate dengan cara berkeliling atau di kaki lima, meskipun sekarang mulai banyak juga yang sudah membuka tempat berjualan yang tetap.

Jadi tunggu apa lagi, jangan lewatkan kesempatan menikmati sate ayam khas Ponorogo jika anda saat ini sedang berada di Ponorogo atau punya rencana berkunjung ke Ponorogo. (dari berbagai sumber)

Facebook Comments