Produsen Motor Minta Pemerintah Tinjau Kembali Kenaikan Tarif STNK Dan BPKB

Wakoka.Co.Id – Kenaikan BBM, tarif STNK dan BPKB serta naiknya harga Cabe di awal tahun 2017 menimbulkan gejolak di masyarakat. Bahkan hari ini ribuan mahasiswa berencana melakukan demo di beberapa wilayah terkait hal tersebut. Di mata produsen motor, Kenaikan tarif STNK dan BPKB dinilai bukan satu hal yang tepat, kebijakan ini bisa saja mengganggu pertumbuhan sepeda motor di Indonesia.

“STNK dan BPKB naik, bagaimana industri sepeda motor akan tumbuh. Hal-hal ini harusnya dihindarkan. Kalau bisa mungkin ini harus tinjau kembali, dan ini akan sangat arif sekali,” kata Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata kepada detikOto, Rabu (11/1/2017).

Dirinya menambahkan, memang kenaikan tarif STNK dan BPKB naik itu boleh saja, karena dari tahun 2010 belum pernah naik, namun diharapkan kenaikannya tidak terlalu besar.

“Memang betul ini bukan pajak. Tapi seluruh pemangku kepentingan itu mau apa? Mau industri tumbuh? Lapangan kerja ada? Bagaimana ini bisa terjadi, kalau pasar terus turun akibat kebijakan-kebijakan seperti ini. Lalu apakah angka kenaikan ini pantas atau tidak? Makanya harus dikaji kembali,” tambahnya.

Produsen motor belum tahu apakah pasar akan turun atau tidak dengan adanya kenaikan ini.

“Apakah pasar roda dua akan akan turun, akibat kenaikan tarif STNK dan BPKB? Saya tidak bisa mengatakan hal itu. Kita lihat dulu 2-3 bulan ke depan,” ujar Ketua Umum AISI tersebut.

Beberapa produsen sepeda motoro sudah mulai menaikkan harga, Yamaha misalnya sudah menaikkan harga motor dengan kisaran rata-rata Rp 250.000. Selain Yamaha, Suzuki sudah berniat menaikkan harga motor. “Kalau ada efeknya sih pasti ada. Tapi tidak tahu seberapa besar, tapi tidak bisa kita katakan saat ini, jadi kita harus tunggu. Karena tahun ini akan ada perbaikan ekonomi global dan dalam negeri, jadi bisa saja daya beli masyarakat meningkat,” tambah Gunadi.

Jika melihat penjualan sepeda motor dalam negeri, sepanjang 2016 sepeda motor mencapai 5.931.285 unit atau turun sebesar 8,5 persen. Dan eksport yang meningkat 284.065 unit. (sumber: detik.com)

Facebook Comments