Kehidupan Mbah Sri Menjadi Viral – Ini Fakta Yang Perlu Anda Ketahui

Mbah Sri di dalam rumahnya (Foto : Sugeng Harianto/ detik.com)

Wakoka.Co.Id – Kehidupan Mbah Sri (70) memang cukup memprihatinkan. Selain mengalami kebutaaan, ia sebatang kara tinggal di bangunan seluas 2×4 meter. Kisah penderitaan nenek yang tinggal di RT 1 RW 4 Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ini menjadi viral.

dikutip dari detik.com, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni pun mengaku prihatin atas penderitaan Mbah Sri yang viral di medsos. Menurutnya sebelum menjadi viral, permasalahan Mbah Sri sedang ditangani oleh pemerintah kabupaten Ponorogo.
“Ya prihatin, walau sebenarnya kita sudah menangani lewat dinas sosial melibatkan Lurah, RT RW. Dan ketika kita lagi memikirkan solusinya, terus viral,” kata Bupati Ipong pada Senin (16/10/2017).
Menurut Ipong dirinya akan segera mempelajari dan memutuskan, apakah pemerintah kabupaten bisa memberi bantuan dengan menggunakan uang tak terduga untuk bantuan rumah untuk Mbah Sri.

Untuk lebih jelasnya, berikut fakta-fakta seputar kehidupan Mbah Sri yang kami rangkum dari berbagai sumber :

  1. Gang sempit bukan jalan satu-satunya menuju rumah Mbah Sri
    Faktanya, lorong itu hanyalah jalan alternatif, sedangkan jalan utama berukuran sekitar satu meter. Kepala Kelurahan Bangunsari, Dwi Cahyanto, mengatakan dalam postingan tersebut tidak seluruhnya benar.
    “Lorong sempit itu bukan jalan utama, itu jalan alternatif, trabasan. Dan memang nggak lazim bila dipakai buat jalan. Lorong itu benar ada, tetapi jalan utamanya juga ada. Masih ada jalan, lebarnya sekitar satu meter,” kata Dwi saat ditemui detik.com di lokasi, Senin (16/10/2017) siang.
  2. Dibantu Warga sekitar
    Sementara itu, ketua RT 1 menuturkan selama ini, warga sekitar rumah Mbah Sri sudah memberikan bantuan. Dikatakan, sejak Juli 2011 warga bergotong royong membantu Mbah Sri.
    Sebulan sekali, warga secara suka rela menyumbangkan bantuan yang disimpan dalam kas. “Sebulan sekitar 300 ribu, sesuai kebutuhan. Nanti dibelanjakan kebutuhannya sehari-hari, ada yang merawat namanya Jumiyati yang membelanjakan,” katanya.
  3. Belum pernah menikah dan berkeluarga
    Menurut ketua RT 1, Mbah Sri belum pernah menikah. Bahkan saat pemerintah kabupaten Ponorogo berniat membangun rumah Mbah Sri, didapati Mbah Sri tidak punya KTP elekronik dan KK. Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak Kelurahan Bangunsari, tempat Mbah Sri menetap saat ini berjanji akan menguruskan KTP dan KK bagi nenek yang tinggal di ujung lorong sempit itu.
    “Nanti kita buatkan KTP dan KK. Kemarin KTP lama ada, tapi yang elektrik tak punya. Karena yang bersangkutan selain buta juga tidak mau repot datang,” jelas Dwi Cahyanto, Lurah Kelurahan Bangunsari.
  4. Sudah 20 Tahun Mbah Sri tinggal dirumahnya yang sempit tersebut
    Menurut keterangan ketua RT 1, sebelumnya Mbah Sri tinggal bersama lima orang saudaranya bersama orangtuanya di rumah berukuran sekitar 10×8 meter. Namun, rumah itu akhirnya dijual oleh orangtuanya.
    “Dulu keluarganya ada, tinggal satu rumah berukuran sekitar 10×8 meter, tapi akhirnya dijual. Mbah Sri ditinggali dapur ukurannya sekitar 2×4 meter, yang sekarang ditempati itu. Saudaranya tinggal satu, tetap tidak jelas keberadaannya,” katanya.
  5. Tidak mau pindah
    Mbah Sri mengaku masih memiliki satu orang saudara bernama Nurdayatun, yang kini tinggal di Surabaya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui dimana alamat rumah saudaranya. Dahulu ia juga pernah diajak pindah oleh ibunya Sastro Diwiryo ke Wonogiri, namun ia tidak mau.
    “Dulu saya mau diajak pindah ke Wonogiri, sama ibu saya. Tapi saya tidak mau,” katanya.
    Saat Dinas sosial kabupaten Ponorogi mengajaknya pindah untuk sementara agar rumahnya diperbaiki Mbah Sri masih menolak.

Penderitaan Mbah Sri yang tinggal dirumahnya yang sempit menjadi Viral sejak diposting di facebook. Saat ini sejumlah komunitas dan sejumlah warga Ponorogo telah berdatangan untuk memberikan bantuan kepada Mbah Sri. (Dirangkum dari berbagai sumber)

Facebook Comments