Hari Ini Indonesia Luncurkan Satelit LAPAN A2/ORARI

satelit-lapan-orariWakoka.Co.Id – Indonesia meluncurkan satelit hari ini, Satelit LAPAN A2/ORARI diluncurkan ke antariksa dengan roket milik India. Satelit LAPAN A2/ORARI diluncurkan dengan 6 Satelit lain.

“LAPAN A2/ORARI akan diluncurkan bersama 6 satelit lain.” kata Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Thomas menjelaskan, roket PSLV (Polar Satellite Launch Vehicle)-C30 milik India akan membawa total 7 satelit. Muatan utama roket adalah satelit astronomi pertama India, Astrosat. Bobot satelit itu 1,5 ton.

Sementara, satelit piggyback lain adalah LAPAN A2/ORARI seberat 78 kilogram milik Indonesia, ExactView 9 seberat 5,5 kilogram milik Kanada, serta Lemur 2, 3, 4, dan 5 milik Amerika Serikat dengan berat masing-masing 4 kilogram.

“Ternyata semua satelit piggyback adalah satelit maritim. Semua satelit termasuk milik Indonesia punya instrumen AIS (Automatic Identification System),” kata Thomas.

Satelit yang diresmikan pengirimannya oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 September lalu berfungsi untuk mengawasi perairan Indonesia dengan rentang jarak 2.000 kilometer, memantau kapal-kapal yang bergerak di lautan Tanah Air.Selain itu juga untuk membantu mitigasi bencana dengan memantau banjir, perubahan permukaan air laut dan pergerakan populasi.

Dengan fungsi itu, LAPAN A2/ORARI akan membantu pemerintah memberantas praktik perikanan ilegal, misi eksplorasi sumber daya laut dan mitigasi bencana.

Setelah diluncurkan, LAPAN A2/ORARI akan menunggang PSLV-C30 selama sekitar 21,93 menit. Hingga pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan bumi, satelit itu akan dilepaskan.

Begitu lepas, satelit tersebut akan hidup mandiri dengan bantuan panel surya untuk mendapatkan energi dari matahari. Tim LAPAN sendiri kemudian akan sibuk melacak keberadaan satelit.

Saat telah berada di orbit, satelit sudah tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Karenanya, perekayasa membutuhkan waktu untuk menemukan posisi satelit dengan menganalisis sinyal yang diterima.

Satelit penerus LAPAN A1/Tubsat ini bisa dibilang merupakan satelit pertama yang 100 persen dibuat di Indonesia. Perancangan, pembuatan, dan pengujian dilakukan oleh perekayasa-perekayasa Tanah Air.(disunting dari kompas.com dan sumber lainnya)

Facebook Comments