Festival “Ponorogo Tempo Doeloe” Merawat Tradisi Dan Memelihara Ingatan Tentang Ponorogo

wakoka-ponorogo-jogo-1Wakoka.Co.Id – onorogo – Akhir pekan adalah waktu bersantai dengan keluarga. Beraktifitas bersama dengan keluargadirumah mungkin sudah biasa, jika anda dan keluarga ingin melakukan hal berbeda di akhir pekan ini, datang saja ke Ponorogo. Tepatnya ke Warung Kopi Wakoka yang terletak di Jalan Menur 149, tak jauh dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) maupun Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Ada even yang spesial pada Jumat sampai dengan Minggu, 20-22 Mei ini, di Wakoka. Komunitas budaya dan seni Ponorogo menggelar festival Kuliner, Permainan dan Budaya Ponorogo tempo dulu. Beragam acara bisa Anda dan keluarga nikmati mulai dari kesenian, tradisi, budaya, dan tak lupa kuliner Ponorogo zaman dulu yang mungkin saat ini jarang anda temui.

Salah satu acara yang menarik dalam acara “Festival Ponorogo Tempo Doeloe” tersebut adalah lomba permainan jaman dulu, Mul Mulan (dibaca mol molan).

Aturan permainan ini mirip dengan permainan “GO” atau “Igo” dari Jepang, bedanya adalah cara permainan dan jumlah dengan pion yang digunakan dalam permainan ini hanya tiga pion bagi masing-masing pemain. Menariknya peserta lomba Mul Mulan hanya dikhususkan bagi pengunjung yang berusia minimal 45 tahun keatas. Meski bukan berhadiah uang, namun jangan salah, ada hadiahnya yang menarik disediakan panitia. Yaitu makan gratis di festifal Ponorogo jaman dulu.

“lomba Mul Mulan nanti akan menggunakan sistem gugur, juaranya harus melalui penyisihan dulu,” terang salah seorang panitia, Wahyudi, Jumat (20/5/2016).

Selain itu pengunjung juga akan disuguhi kuliner tradisional khas ponorogo yang mulai langka. Beragam kuliner tradisional disuguhkan dalam festifal ini, seperti Jenang Tasbih, jadah bakar yang dimakan dengan cocolan gula putih, pecel Ponorogo yang terkenal pedas, sate Ponorogo yang melegenda. Dan tak tentu saja, untuk pelepas dahaga, ada dawet jabung yang sudah sangat familiar dengan lidah orang Ponorogo.

“Semua makanan bisa dinikmati pengunjung mulai jam 9 pagi sampai habis, selama pelaksanaan festival,” lanjut Wahyudi.

Namun, tidak semua kuliner yang disajikan bisa anda nikmati dengan cuma cuma. Meski demikian, jangan khawatir, menurut Wahyudi harga yang dipatok sangat terjangkau, yakni lima ratus rupiah sampai sepuluh ribu rupiah.

Panitia juga memberikan hiburan tersendiri bagi anak-anak, diantaranya yakni lomba menulis nama dengan aksara Jawa. Lomba ini dikhususkan bagi anak usia sekolah dasar kelas satu sampai kelas enam.

“Pesertanya menuliskan namanya sendiri sendiri, hadiahnya makan sepuasnya, yang tersedia gratis,” jelas Wahyudi yang juga seorang pengamat budaya Ponorogo.

Sementara bagi Anda penggemar sejarah dan budaya, festival yang diselenggarakan secara swadaya oleh komunitas peduli budaya Ponorogo menggelar stand yang akan memamerkan barang barang langka seperti keris dan manuskrip tulisan aksara Jawa.

Jadi, bagi Anda yang belum punya rencana kemana-mana untuk menghabiskan akhir pekan ini, Anda bisa mengunjungi festival Ponorogo Tempo Dulu bersama keluarga, Anda juga akan disuguhi pula kesenian khas Ponorogo, Reyog yang dipadu dengan kesenian Jaran Thik. (MTS)

Facebook Comments