Blind Spot Juga Dialami Pengendara Motor

blind-spot-motorWakoka.Co.Id – Blind spot (titik/area buta) bukan hanya dialami pengemudi mobil, pengendara sepeda motor juga rawan mengalami situasi blind spot ketika berkendara. Secara teknis, blind spot adalah area yang tidak masuk dalam area pandang pengemudi mobil maupun pengendara motor. Sehingga pengemudi dan pengendara tidak mampu mengantisipasi bahaya atau risiko yang ada di area buta tersebut.

Blind spot timbul karena terhalangya area pandang oleh benda atau komponen kendaraan, semisal pohon, tiang, pilar A pada mobil dan lengan pengendara sepeda motor. Meski pengaruhnya lebih banyak dari luar, tapi dari sisi internal juga wajib diperhatikan hal-hal yang menyebabkan blindspot.

Pada sepeda motoro, seringkali pengendara mengganti kelengkapan standar kendaraan dari pabrik demi mengendapnkan sisi estetika. Kadang ada juga yang sengaja menambahkan variasi seperti boks pada jok belakang motor, tapa disadari bila tidak sesuai bisa menganggu pengliatan ketika berkendara.

“Bila dari sisi internal, blindspot pada motor lebih karena faktor kelengkapan motor. Seperti kaca spion yang diganti dengan dimensi yang lebih kecil atau boks motor yang terlampu besar di bagian belakang,” ujar Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Menganti spion dengan dimensi yang lebih kecil atau mengurangi jumlahnya sangat berpengaruh ketika berkedara. Efeknya bisa mengurangi jarak pandang di samping sampai belakang karena ruang yang lebih terbatas, selain itu ketika memasang box terlalu besar dari dimensi stang juga berdampak terhalangnya penglihatan ke belakang ketika memantau dari kaca spion.

“Banyak faktor yang harus diperhatikan, bukan berarti karena motor lebih terbuka pandangan jadi lebih jelas. Kewaspadaan juga menjadi kunci saat berkendara, dan biasakan untuk memastikan pandangan aman dengan menoleh sekeliling ketika akan bergerak atau bermanuver jangan hanya terpaku pada kaca spion,” ucap Jusri.(disunting dari kompas.com)

Facebook Comments