4 Nelayan Bertahan di Laut dengan Bubuk Kopi

nelayanNews.Wakoka.Co.Id – Empat nelayan asal Desa Bancamara, Pulau Giliyang, Sumenep, Jawa Timur, yang hilang sejak tiga hari lalu akhirnya ditemukan selamat. Mereka masing-masing bernama Herman Felani, Sahmo, Dinabi, dan Masmuk. “Mereka ditolong kapal Vietnam, lalu dijemput Basarnas,” kata Kepala Desa Bancamara Fathor, saat dihubungi Tempo, Rabu, 9 September 2015.

Hilangnya empat nelayan itu terdeteksi pada Sabtu, 5 September 2015. Hari itu, kata Fathor, keempat nelayan berangkat melaut dengan tujuan perairan Pulau Ra’as, sekitar dua jam dari Pulau Giliyang. Malam harinya, sekitar pukul 23.00, perahu yang ditumpangi tiba-tiba ditabrak sebuah kapal besar yang melintas.

Badan perahu pun pecah dan karam. Selama tiga hari terombang-ambing di lautan, keempat nelayan itu bertahan hidup dengan bantuan boks atau tempat menyimpan ikan dari bahan gabus. Mereka terbawa arus hingga perairan di Kecamatan Batu Putih. “Boks ikan itu menjadi pelampung,” ucap Fathor.

Pada hari ketiga, Fathor melanjutkan, keempatnya akhirnya ditemukan oleh sebuah kapal asing berbendera Vietnam yang sedang dalam perjalanan menuju Australia. Setelah ditolong, kapten kapal lantas menghubungi Badan SAR Nasional Jakarta. Beberapa jam kemudian, tim SAR dari Surabaya menjemput keempat nelayan itu dengan helikopter.

“Semalam mereka diantar ke kantor BPBD Sumenep dan langsung saya jemput,” ucap Fathor. Fathor menambahkan, selama tiga hari terombang-ambing di lautan lepas, mereka bertahan hidup dengan memakan mi instan mentah serta bubuk kopi. Kopi dan mi instan itu, kata dia, bekal melaut dan berhasil diraih saat kapal mulai karam setelah tabrakan. (dikutip dari Tempo.co)

Facebook Comments