2 Milyar Baris Kode Di Balik Google Yang Sederhana

logo-googleWakoka.Co.Id – Pernahkan anda bertanya seberapa besar google. Bagi anda yang sedikit paham dengan bagaimana sebuah aplikasi atau program komputer tentu tidak asing dengan istilah baris kode. Sebuah program yang sederhana mungkin hanya membutuhkan beberapa baris kode. Semakin rumit sebuah program maka akan membutuhkan baris kode yang amat banyak.

Sebagai contoh, kode dalam Linux Kernel berisi 15 juta baris dan 40 ribu file. Keseluruhan barisan kode itu akan berubah setiap pekan, seiring pekerjaan yang dilakukan para developer. Dan membutuhkan ruang penyimpanan 1 GB lebih sedikit.

Ketika kita membuka Google, dengan tampilan yang begitu simple dan kecepatan yang begitu tinggi, mungkin tidak ada yang menyangka bahwa Google begitu kompleks dan dibentuk dari milyaran baris code.Hingga saat ini Google dibentuk dari sekitar 2 milyar baris code, dengan lebih dari 1 milyar file, hingga file size nya mencapai 86 terabytes!. Dan Google pun harus memastikan kode-kode itu aman tanpa gangguan.

Itu karena google menjadikan satu repository untuk semua layanan Google seperti Gmail, Google Drive, Google Docs, Google Search, Google Plus, Google Analytics, dan berbagai layanan lainnya.

Dijadikannya semua layanan Google kedalam satu repository dimaksudkan agar mereka lebih cepat dalam mengembangkan suatu fitur atau memulai project baru. Hal ini membuat engineer Google bisa dengan mudah mengembangkan satu project berbasiskan dari library project-project yang lainnya.

Selain jumlah barisnya yang luar biasa besar, code base Google juga diubah hampir 45000 commit sehari oleh sekitar 25000 engineer ahli yang dimilikinya. Setiap engineer bisa mengakses codebase tersebut dan melakukan perubahan untuk selanjutnya bakal di cek oleh manusia maupun robot.

Dilansir dari BGR, Senin (21/9/2015), Google Engineering Manager Rachel Potvin mengungkap angka tersebut dalam sebuah konferensi pekan ini.

Dia juga menambahkan, agar semua kode-kode yang menggerakan seluruh aplikasi buatan Google itu aman maka mereka menyimpannya dalam 10 data center. Lokasinya penyimpanan data center itu tersebar di seluruh penjuru dunia.

“Meski tak bisa memperlihatkannya secara langsung, saya rasa ini adalah sebuah kumpulan kode terbesar yang aktif digunakan di seluruh dunia,” ujar Potvin.

Miliaran baris kode tersebut membuat para teknisi Google bebas mengambil dan mengombinasikan kode dari berbagai proyek. Mereka bisa mengubah sebuah kode dengan mudah, lalu mengirimkannya ke seluruh layanan milik Google.

“Ketika Anda memulai sebuah proyek baru, Anda sudah punya perpustakaan yang komplit. Hampir seluruh hal di sana sudah selesai dikerjakan,” imbuhnya. (Dari berbagai sumber)

Berikut Video Konferensi Pers Potvin

Facebook Comments