10 Tips Melawan Kelelahan Saat Berkendara

naik-motor2News.Wakoka.Co.Id – Kelelahan diidentifikasi sebagai salah satu dari lima hal fatal penyebab kecelakaan. Dan bertanggung jawab atas 20% dari semua kecelakaan yang terjadi. Namun upaya yang dilakukan untuk mencegah hal ini pada pengendara motor masih sedikit.Sebaliknya, sebagai pendendara kita harus mampu memantau tingkat kelelahan pda diri sendiri.

Banyak yang mengakui kelelahan saat berkendara, namun tidak berpikir untuk istirahat atau tidur. Ada banyak hal yang memaksa seorang penegendara untuk selalu terjaga. Mengubah gigi, menyeimbangkan sepeda, getaran pada stang, mengerem. Ada juga angin menampar di wajah, suara knalpot dan kendaraan lain serta kapasitas tangki kecil yang membuat membuat harus mengisi bensin pada jarak tertentu. Itu semua membuat pengendara tetap terjaga.

Kelelahan merupakan masalah lebih besar pada pengendara mobil dan truk yang memiliki tangki bahan bakar lebih besar. Posisi duduk dan kabin yang nyaman ditambah sistem audio yang bagus. Apalagi jika menngunakan transmisi otomatis, akan menyebabkan sopir lebih mudah mengantuk.

Namun tidak sedikit pula pengendara sepeda motor yang jatuh tertidur dan mengalami kecelakaan saat berkendara.Selain itu, kelelahan dapat menurunkan konsentrasi pengendara motor di jalan raya.

Jadi, karena kita harus memantau kelelahan kita sendiri, berikut adalah 10 tips untuk membantu Anda tetap terjaga di perjalanan.

RUTE: Pilih rute yang lebih menarik dan menantang. Mengambil jalan yang berliku, memerlukan adana mengoper gigi, mengerakkan stang, melakukan pengereman lebih sering. Hindari jalan raya lurus dan panjang karena akan menurunkan konsentrasi anda perlahan.

RENCANA: Jangan hanya merencanakan rute Anda. Tetapi juga rencanakan dimana anda akan berhenti beristirahat.Jangan membuat target jarak yang tidak realistis. Perlu diketahui, jika anda berkendara dalam kelompok (melakukan touring bareng), pengendara mungkin tidak memiliki stamina yang sama satu dengan yang lain. Sehingga mengalokasikan berhenti untuk beristirahat adalah hal yang cukup penting menjadi perhatian.

TIDUR: Sebelum perjalanan, pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup pada malam sebelumnya. Jika berkendara dilakukan selama beberapa hari, segera tidur pada waktu normal, jangan memaksa begadang sampai larut malam. Dan aturlah waktu keberangkatan yang realistis di pagi hari. Tidak udah berangkat terlalu pagi.

MINUMAN: Minum banyak air. Ini akan mencegah Anda dehidrasi saat terkena paparan angin. Dehidrasi dapat menyebabkan pusing, kebingungan dan menurunkan fungsi motorik tubuh sehingga refleks lebih lambat. Sebaiknya hindari minuman gula, kafein dan alkohol, yang dapat memberikan kesegaran saat memulai. Tetapi pada akhirnya akan menyebabkan anda mengantuk. Minum alkohol dan kafein berlebih akan mengganggu kualitas tidur Anda dan menyebabkan rasa lelah pada esok hari.

MAKAN: Makan dengan porsi yang lebih kecil, tetapi lebih sering makan. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Makanan tinggi karbohidrat, lemak dan gula memperlambat tubuh Anda menurunkan berkonsentrasi karena lebih banyak dibutuhkan energi untuk mencerna makanan.

STOP: Ambil waktu istirahat sesaat, setidaknya setiap dua jam. Cairan tubuh telah mulai berkurang dan sebagian waktunya untuk ke toilet. Ambil waktu berhenti lebih panjang pada jam 3-5 sore karena jam-jam tersebut biasanya pengendara akan merasa lebih lelah. Butuh lebih banyak waktu untuk memulihkan stamina. Bahkan, cobalah untuk tiba di tujuan Anda sekitar waktu ini agar lebih cepat dapat beristirahat.

LATIHAN: Ketika Anda berhenti, cobalah untuk melakukan latihan ringan. Bahkan hanya berjalan naik dan turun jalan. Anda sudah duduk untuk beberapa lama, sehingga tidak ada gunanya hanya duduk-duduk di sebuah warung/kafe.

DENGARKAN: Beberapa orang mengatakan mendengarkan musik pada saat berkendara akan membuat kantuk. Tetapi faktanya yang mereka dengarkan adalah musik yang lembut. Coba musik yang keras dan memberikan semangat. Hembusan dan suara angin juga dapat memicu kelelahan pengendara. Gunakan penutup telinga dan helm full-face, kaca helm yang menutup baik juga akan mengurangi kebisingan karena angin. Pertimbangkan juga untuk menggunakan sistem komunikasi sehingga Anda dapat berbicara dengan pengendara lainnya. Itu akan membuat anda lebih waspada secara mental.

KELOMPOK: Berkendaralah dalam kelompok kecil. berkendara sendirian adalah resep manjur untuk kehilangan konsentrasi. Tetapi tapi berkendara dalam kelompok besar juga lebih berbahaya. Berkendaralah dalam kelompok kecil dan aturlah giliran untuk memimpin rombongan.

LEWATI/SALIP: Jangan berkendara di belakang kendaraan yang lebih besar, apalagi terlalu dekat. Jika aman dan memungkinkan melewati mereka adalah tindakan yang palin tepat. Menyalip akan merangsang indra Anda, sementara tinggal di belakang mereka cenderung membuat Anda berfokus pada bagian belakang kendaraan. Dan itu dapat membuat anda mengantuk. Tapi jangan berpikir kecepatan tinggi akan membuat Anda terjaga, lebih baik untuk membuat variasi kecepatan agar Anda tetap waspada.

Facebook Comments